Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

CERPEN : Hidup itu jahat

Disebuah sofa Rumah Sakit aku terduduk. Terpaku beberapa saat memandang kosong  kaki kananku yang terbalut perban putih. Perban yang inginku lepas dari beberapa hari kemarin. Tak nyaman meski lebih dari satu bulan aku telah bersamanya. Banyak tertulis tanda tangan teman-temanku yang menjenguk seminggu yang lalu disekitarnya. Perhatianku tertuju pada sebuah tanda tangan paling besar, milik mantan calon istriku. Cerita yang panjang. Kalian tidak ingin mendengarnya. "Mas? Kalau mau masuk ke kamar lagi, panggil saya saja ya!" Ucap seorang Perawat padaku. Dia menyarankan untuk tetap dikamar untuk mempercepat pengeringan luka dikaki kananku ini. Tapi hari ini aku tidak akan melewatkan begitu saja sebuah pertandingan sepak bola terbesar abad dua puluh satu. Malam puncak final liga Champion klub Real Madrid dan FC Barcelona . Menginap seminggu atau dua minggu lagi di Rumah Sakit ini tak masalah, pikirku. Untuk makan pun masih ada yang mengambilkannya. Pihak Rumah Saki...

CURHAT : Hari pertama Kuliah Bodoh

Gue masih mempertanyakan kemana hasil belajar bahasa Turki gue selama satu tahun. Pada hari itu gue merasa menjadi orang paling bodoh sedunia (Bisa jadi emang iya). Gimana enggak? Semakin gue mencoba untuk mengerti, semakin juga gue ngerasa dosennya gak peduli dan jahat sama gue. Dia ngerocos ajah gituh tanpa tahu ada warga asing yang malang ini dikelasnya. Harusnya keliatan lah muka-muka macam gue yang tipikal Asia banget, macam personel boyband BTS gituh. Selama satu tahun gue digebrak habis-habisan buat ngelakuin tugas, soal, atau PR yang Guru Bahasa Turki nya kasih ke gue. Ya walaupun sebagian besarnya gue gak pernah masuk kelas kalau ada PR sih. Tapi, satu tahun persiapan bahasa Turki itu emang gak bakalan cukup bagi gue yang belajarnya sangat setengah-setengah. Oke, jadi sekarang gue ceritain dulu dari awal sampe akhir hari pertama gue masuk kuliah. Itu yang diatas baru ngedumelnya doang ya. Pagi jam 8:30 an gue udah siap dari rumah, udah dandan segala macem ye kan. Pa...

Aku dan perjalanan bodohku

 HAYYYY! Nama gue Abdul Azis. Beberapa temen gue panggil gue dengan Azis, ajis, ajiz, Abdul, atau ganteng (Yang terakhir ini, gak banyak emang. Cuma emak gue doang). Tapi gue pribadi, gue lebih seneng dipanggil Bojes. Nama ini cukup bersejarah dalam kehidupan gue bertahun-tahun lamanya. Kalau mau diceritain asal-usul nama Bojes, ceritanya bakalan panjang banget. Jadi waktu SMP, gue minta temen-temen gue buat panggil gue Bojes. Udah sih, segitu doang. Gue lahir di Cilegon, Banten. Tapi kalau gue ditanya orang mana sama orang, gue pasti bakal jawab gue orang Banten. Soalnya gue takut bakalan ada pertanyaan susulan ngeselin soal tempat lahir gue. "Cilegon dimana?". Bagi kalian yang emang lahir dikota besar, Bandung misalnya. Ketika orang nanya lu orang mana, dan lu jawab bahwa lu orang bandung. Pernyataan dan pertanyaan orang mungkin gak membuat lu pengen ngasah golok pada saat itu juga. Pertanyaan mereka mungkin "Ohh Bandung! Bandung mana? Saya punya teman di Cibiru....