Disebuah sofa Rumah Sakit aku terduduk. Terpaku beberapa saat memandang kosong kaki kananku yang terbalut perban putih. Perban yang inginku lepas dari beberapa hari kemarin. Tak nyaman meski lebih dari satu bulan aku telah bersamanya. Banyak tertulis tanda tangan teman-temanku yang menjenguk seminggu yang lalu disekitarnya. Perhatianku tertuju pada sebuah tanda tangan paling besar, milik mantan calon istriku. Cerita yang panjang. Kalian tidak ingin mendengarnya. "Mas? Kalau mau masuk ke kamar lagi, panggil saya saja ya!" Ucap seorang Perawat padaku. Dia menyarankan untuk tetap dikamar untuk mempercepat pengeringan luka dikaki kananku ini. Tapi hari ini aku tidak akan melewatkan begitu saja sebuah pertandingan sepak bola terbesar abad dua puluh satu. Malam puncak final liga Champion klub Real Madrid dan FC Barcelona . Menginap seminggu atau dua minggu lagi di Rumah Sakit ini tak masalah, pikirku. Untuk makan pun masih ada yang mengambilkannya. Pihak Rumah Saki...
Blog paling gak penting yang diciptakan manusia abad 21