Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Am i joke to Turkish?

Gue gak tau bakalan kek gimana tulisan ini kalau sampai ke tangan pak Erdoğan. Mungkin gue bakalan di deportasi dari Turki, mungkin juga gue bakalan dihukum pancung (Gak mungkin sih). Atau mungkin malah bakal dinikahin sama cucu perempuannya? Masih 10 tahun sih, tapi okelah kalau pun gue emang harus menunggu... Enggak enggak.. Ini gak ngebahas pemerintahan Turki kok. Gue cuma mau ngebahas keresahan gue sama orang-orang Turki yang gak bisa ngebedain antara orang Indonesia, China, Korea, dan Subang selatan. Seriusan! Waktu pertama kali gue datang ke Turki, gue makan dipinggir jembatan Galata dipusat Istanbul. Gue jalan dibelakang teman-teman yang lain, tiba-tiba orang yang berpapasan dengan gue ngasih gerakan ke gue. Semacam gerakan kungfu, karate atau apalah. "Waddaaaaaa!" dia bilang, dengan mukanya yang pengen rasanya gue tonjok pake batako Semarang. Gue yang kaget cuma bisa bilang dalam hati "Ini bocah ngapa? Kerasukan kuntilanak Istanbul?" Dan akhirnya t...

Milgram Experiment ; Apakah manusia memang cenderung penurut?

Sebenarnya inspirasi awal saya menulis ini adalah ketika dosen Psikologi saya menerangkan sebuah percobaan mengerikan yang dilakukan oleh Stanley Milgram , seorang profesor psikologi dari Universitas Yale di negara bagian Connecticut, Amerika Serikat. Percobaan ini biasa disebut dengan Milgram Experiment. Benak saya langsung tertuju pada sebuah kejadian yang pernah saya saksikan dengan mata kepala sendiri di sekolah saya dulu. Cukup berkaitan dengan apa yang dosen saya ceritakan. Mungkin, orang-orang yang berkecimpung dalam bidang Psikologi sudah tidak asing dengan experimen yang dilakukan pada tahun 1963 ini. Dan tentunya sudah tidak asing dengan Stanley Milgram juga. Dia mengadakan percobaan ini, tepat setelah sidang peradilan terhadap kriminal Perang Dunia II, Adolf Eichmann dilaksanakan. Eichmann yang adalah seorang Nazi, diadili karena perbuatannya yang telah membunuh banyak orang dalam genosida kaum Yahudi atau yang biasa disebut, Holocaust. Eichmann berdalih, bahwa ia hany...

MENTARI DARI TURKI ; Senja di desa Meulingge!

  P agi yang cerah untuk mendampingi keberangkatan tim Mentari dari Turki. Sekitar tiga puluh lebih orang termasuk aku, membentuk beberapa grup Kecil yang tersebar didepan Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh. Kami berbicara tentang bagaimana kami sampai disini, apa yang akan kami dilakukan disana, atau hal-hal lain seperti perkenalan dan cerita diri. Kami terdiri dari banyak perkumpulan. Mulai dari PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki), IKAMAT (Ikatan Masyarakat Aceh di Turki), ACT (Aksi Cepat Tanggap), LMA (Lentera Muda Aceh), APP (Aksi Psikologi Peduli) dan beberapa Volunteer yang menyengajakan dirinya untuk mengikuti acara ini. Wajar bila kami berkenalan terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya jiwa kekeluargaan kami sangat terbentuk. Dan kami melebur menjadi sebuah kesatuan, Tim Mentari dari Turki 2019. Kami berangkat sekitar jam sembilan pagi menuju salah-satu desa di kecamatan Pulo Aceh, tepatnya di pulau Breuh, yaitu Desa Meulingge. Yang belakangan aku k...

Dubrovnik, Jadi penduduk King’s Landing dari Game of Thrones!

B anyak yang bilang kalau mengunjungi satu negara Balkan, bisa dianggap mengunjungi semua negara-negara Balkan yang lain. Gak salah sih, karena bangunan-bangunan indah yang mereka miliki terbilang mirip. Walaupun dari setiap negara pasti memiliki keunikan dan ciri khasnya tersendiri. Salah-satu negara balkan paling terkenal adalah Kroasia . Negara yang sempat bikin heboh, di piala dunia kemarin. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil mencapai partai Final, meski harus mengakui kekalahannya atas Prancis di partai tersebut. Apa sih yang kalian pikirkan kalau mendengar negara Kroasia? Luka Modric pemain Real Madrid? Negara yang nama penduduknya selalu berakhiran -ic ? hehe Atau.. Hal-hal lainnya? Kali ini aku mau ngajak kalian kenalan, sama salah-satu kota paling cantik dan elok disana. Tak lain dan tak bukan, adalah Dubrovnik . Dubrovnik adalah salah-satu kota Pariwisata andalan yang dimiliki Kroasia. Terletak di laut Adriatik, bikin kota pinggir laut ini asik buat diku...

CERPEN : Hidup itu jahat

Disebuah sofa Rumah Sakit aku terduduk. Terpaku beberapa saat memandang kosong  kaki kananku yang terbalut perban putih. Perban yang inginku lepas dari beberapa hari kemarin. Tak nyaman meski lebih dari satu bulan aku telah bersamanya. Banyak tertulis tanda tangan teman-temanku yang menjenguk seminggu yang lalu disekitarnya. Perhatianku tertuju pada sebuah tanda tangan paling besar, milik mantan calon istriku. Cerita yang panjang. Kalian tidak ingin mendengarnya. "Mas? Kalau mau masuk ke kamar lagi, panggil saya saja ya!" Ucap seorang Perawat padaku. Dia menyarankan untuk tetap dikamar untuk mempercepat pengeringan luka dikaki kananku ini. Tapi hari ini aku tidak akan melewatkan begitu saja sebuah pertandingan sepak bola terbesar abad dua puluh satu. Malam puncak final liga Champion klub Real Madrid dan FC Barcelona . Menginap seminggu atau dua minggu lagi di Rumah Sakit ini tak masalah, pikirku. Untuk makan pun masih ada yang mengambilkannya. Pihak Rumah Saki...

CURHAT : Hari pertama Kuliah Bodoh

Gue masih mempertanyakan kemana hasil belajar bahasa Turki gue selama satu tahun. Pada hari itu gue merasa menjadi orang paling bodoh sedunia (Bisa jadi emang iya). Gimana enggak? Semakin gue mencoba untuk mengerti, semakin juga gue ngerasa dosennya gak peduli dan jahat sama gue. Dia ngerocos ajah gituh tanpa tahu ada warga asing yang malang ini dikelasnya. Harusnya keliatan lah muka-muka macam gue yang tipikal Asia banget, macam personel boyband BTS gituh. Selama satu tahun gue digebrak habis-habisan buat ngelakuin tugas, soal, atau PR yang Guru Bahasa Turki nya kasih ke gue. Ya walaupun sebagian besarnya gue gak pernah masuk kelas kalau ada PR sih. Tapi, satu tahun persiapan bahasa Turki itu emang gak bakalan cukup bagi gue yang belajarnya sangat setengah-setengah. Oke, jadi sekarang gue ceritain dulu dari awal sampe akhir hari pertama gue masuk kuliah. Itu yang diatas baru ngedumelnya doang ya. Pagi jam 8:30 an gue udah siap dari rumah, udah dandan segala macem ye kan. Pa...

Aku dan perjalanan bodohku

 HAYYYY! Nama gue Abdul Azis. Beberapa temen gue panggil gue dengan Azis, ajis, ajiz, Abdul, atau ganteng (Yang terakhir ini, gak banyak emang. Cuma emak gue doang). Tapi gue pribadi, gue lebih seneng dipanggil Bojes. Nama ini cukup bersejarah dalam kehidupan gue bertahun-tahun lamanya. Kalau mau diceritain asal-usul nama Bojes, ceritanya bakalan panjang banget. Jadi waktu SMP, gue minta temen-temen gue buat panggil gue Bojes. Udah sih, segitu doang. Gue lahir di Cilegon, Banten. Tapi kalau gue ditanya orang mana sama orang, gue pasti bakal jawab gue orang Banten. Soalnya gue takut bakalan ada pertanyaan susulan ngeselin soal tempat lahir gue. "Cilegon dimana?". Bagi kalian yang emang lahir dikota besar, Bandung misalnya. Ketika orang nanya lu orang mana, dan lu jawab bahwa lu orang bandung. Pernyataan dan pertanyaan orang mungkin gak membuat lu pengen ngasah golok pada saat itu juga. Pertanyaan mereka mungkin "Ohh Bandung! Bandung mana? Saya punya teman di Cibiru....