Langsung ke konten utama

Postingan

Review buku "PENANCE", hasil karya Minato Kanae

Ini review pertama gue di blog ini. Bukan mau sok-sokan nge-review sih. Ada alasannya gue mau nge-review buku ini. Pertama, gue suka banget karya Minato Kanae yang judulnya 'Confessions'. Buku itu sakit, parah, gila banget deh pokoknya. Lu mesti baca. LU MESTI BACA!!! Kedua, karena udah suka sama buku itu, gue penasaran dengan karya Minato Kanae yang lain. Yakni, buku ini. Ketiga, gue udah lama gak update di blog ini. Banyak, kan? Mungkin selanjut-selanjutnya, gue juga bakalan review buku-buku lain. Atau film, tv series, atau review Iphone 12 kek gitu misalnya. Bisa jadi. Blog gue, jadi blog review gadget nantinya. Halo! Bojes di sini! Wkkwkw. Pokoknya, langsung aja lah ya... PLOT: Sekumpulan anak kecil, perempuan semua sih. Sae, Maki, Akiko, Yuko dan Emily. Emang agak jomplang ya namanya. Itu tuh kek, Bambang, Rahmet, Dadang dan Michael. Oke, balik lagi ke plot awal.  Mereka tinggal di sebuah desa kecil, di negara Jepang tentunya. Pada suatu hari, ketika mereka sedang bermain ...
Postingan terbaru

Ratatouile, Paris dan Masakan

Pernah menonton film “Ratatouile”? Film Disney keluaran tahun 2007 ini sempat BOOMING sewaktu saya kecil. Apalagi beberapa tahun setelah tayang perdana di Bioskop, film ini sering diputar di Televisi-televisi swasta. Tak heran saya cukup hafal detil-detilnya, karena menontonnya berulang-ulang kali. Dan mungkin, saya tak pernah merasa bosan menontonnya. Film ini menceritakan seekor tikus bernama Remy, yang mempunyai Passion dalam memasak. Passion-nya dalam memasak ini, tidak datang begitu saja. Remy sering menonton Televisi yang menampilkan acara masak, disebuah rumah yang dia dan komplotan tikus lainnya tumpangi. Dalam acara masak yang sering dia tonton, ada seorang koki Profesional yang menjadi panutannya. Seorang koki besar bernama Auguste Gusteau. Untuk yang belum menonton film ini, segera tonton ya! Dikatakan dalam film, Setelah restoran milik Gusteau dikritik oleh kritikus Restoran bernama Anton Ego, restoran miliknya harus menerima kehilangan predikat bintangnya. Gusteau...

Corona oh Corona!

Gue selalu ngebayangin bahwa Corona itu, ibarat Sekolah kecil yang ikutan lomba PASKIBRA di lomba besar bersanding dengan sekolah-sekolah besar lain. Dan sekolah ini menang tanpa diduga-duga. Iyaa.. Jadi analoginya, kecil-kecil yang diremehin tapi ternyata malah nyakitin. Oke! Oke! Mohon maaf.. Analogi gue ancur. Corono is here yoo ma menn! Gue, elu, mereka. Kita semua lagi berhadapan dengan virus yang namanya COVID-19 ini. Udah sekitar satu juta lebih orang yang udah terkena Virus kampret ini. Banyak juga diantaranya yang meninggal karenanya (Kita kirim do’a untuk mereka yok!). Dunia bener-bener sedang sakit bro, bikin gue cukup takut akan diri gue, keluarga gue, temen-temen gue, sodara gue, nilai-nilai gue dan pacar gue Selena Gomez yekan. Gue coba berapa kali hubungin dia pake Zoom, dia bilang aman-aman aja #Stayhome. Setelah ada kabar katanya Zoom ada kebocoran, kita mutusin untuk pake Google+. Iyaaa.. Gak lucu kan? Turki sendiri udah masuk Sepuluh besar, dengan kasus pos...

J’Accuse… Tulisan sebagai alat pemantik kesadaran masyarakat

Pernah gak sih, Kita memikirkan hal-hal kecil berakibat baik yang kita lakukan melalui tulisan kita? Gak usah jauh-jauh Jurnal atau Artikel deh, melalui pesan singkat dari WhatsApp misalnya, kita memberi tahu teman kampus kita bahwa “Besok, Dosen Sejarah tidak akan hadir!”. Hal sekecil itu terkesan biasa saja, tapi jika teman kita tidak kita beri tahu, bisa jadi dia akan pergi ke kampus dan mendapati tidak ada siapapun disana. Dia akan merasa bingung, kurang beruntung, atau mungkin marah? Karena sudah tanggung ada di kampus, dia akan mengirim pesan padamu bertanya tentang kelas hari ini. Dan kamu akan menjelaskan bahwa Dosen Sejarah berhalangan hadir. Nah? Pada akhirnya akan bersambung pada tulisan juga. Itu hanya sebagian kecil dari makna atau arti sebuah tulisan yang bisa kita temukan sehari-hari dikehidupan kita. Sampai sini, kita setuju itu adalah hal kecil yang bermakna, kan? Sekarang saya akan bawa pembaca sekalian pada sebuah skandal besar (Yang mungkin sebagian dari ...

PUISI : Malam

Malam! Sungguh indah tapi tak bernyawa Aku puja tak tersenyum, aku cinta tak bergeming Bagiku kau bukan malam Tapi kini, kau adalah malam Untuk kesekian kalinya aku tak tahu Apa aku merindukan malam, atau merindukanmu?

Masa Kecil, Masa Bodo

Mereka berlari mereka meradang Bukan mengejar mimpi, mengejar layangan Mereka jatuh mereka terluka Bukan dari hidup jenuh, dari kerikil tajam Mereka menangis mereka merengek Bukan karena gagal, karena hilangnya mainan Masa kecil, Masa Bodo

Am i joke to Turkish?

Gue gak tau bakalan kek gimana tulisan ini kalau sampai ke tangan pak Erdoğan. Mungkin gue bakalan di deportasi dari Turki, mungkin juga gue bakalan dihukum pancung (Gak mungkin sih). Atau mungkin malah bakal dinikahin sama cucu perempuannya? Masih 10 tahun sih, tapi okelah kalau pun gue emang harus menunggu... Enggak enggak.. Ini gak ngebahas pemerintahan Turki kok. Gue cuma mau ngebahas keresahan gue sama orang-orang Turki yang gak bisa ngebedain antara orang Indonesia, China, Korea, dan Subang selatan. Seriusan! Waktu pertama kali gue datang ke Turki, gue makan dipinggir jembatan Galata dipusat Istanbul. Gue jalan dibelakang teman-teman yang lain, tiba-tiba orang yang berpapasan dengan gue ngasih gerakan ke gue. Semacam gerakan kungfu, karate atau apalah. "Waddaaaaaa!" dia bilang, dengan mukanya yang pengen rasanya gue tonjok pake batako Semarang. Gue yang kaget cuma bisa bilang dalam hati "Ini bocah ngapa? Kerasukan kuntilanak Istanbul?" Dan akhirnya t...

Milgram Experiment ; Apakah manusia memang cenderung penurut?

Sebenarnya inspirasi awal saya menulis ini adalah ketika dosen Psikologi saya menerangkan sebuah percobaan mengerikan yang dilakukan oleh Stanley Milgram , seorang profesor psikologi dari Universitas Yale di negara bagian Connecticut, Amerika Serikat. Percobaan ini biasa disebut dengan Milgram Experiment. Benak saya langsung tertuju pada sebuah kejadian yang pernah saya saksikan dengan mata kepala sendiri di sekolah saya dulu. Cukup berkaitan dengan apa yang dosen saya ceritakan. Mungkin, orang-orang yang berkecimpung dalam bidang Psikologi sudah tidak asing dengan experimen yang dilakukan pada tahun 1963 ini. Dan tentunya sudah tidak asing dengan Stanley Milgram juga. Dia mengadakan percobaan ini, tepat setelah sidang peradilan terhadap kriminal Perang Dunia II, Adolf Eichmann dilaksanakan. Eichmann yang adalah seorang Nazi, diadili karena perbuatannya yang telah membunuh banyak orang dalam genosida kaum Yahudi atau yang biasa disebut, Holocaust. Eichmann berdalih, bahwa ia hany...