Langsung ke konten utama

Review buku "PENANCE", hasil karya Minato Kanae

Ini review pertama gue di blog ini. Bukan mau sok-sokan nge-review sih. Ada alasannya gue mau nge-review buku ini. Pertama, gue suka banget karya Minato Kanae yang judulnya 'Confessions'. Buku itu sakit, parah, gila banget deh pokoknya. Lu mesti baca. LU MESTI BACA!!! Kedua, karena udah suka sama buku itu, gue penasaran dengan karya Minato Kanae yang lain. Yakni, buku ini. Ketiga, gue udah lama gak update di blog ini.

Banyak, kan? Mungkin selanjut-selanjutnya, gue juga bakalan review buku-buku lain. Atau film, tv series, atau review Iphone 12 kek gitu misalnya. Bisa jadi. Blog gue, jadi blog review gadget nantinya. Halo! Bojes di sini! Wkkwkw. Pokoknya, langsung aja lah ya...



PLOT:

Sekumpulan anak kecil, perempuan semua sih. Sae, Maki, Akiko, Yuko dan Emily. Emang agak jomplang ya namanya. Itu tuh kek, Bambang, Rahmet, Dadang dan Michael. Oke, balik lagi ke plot awal. 

Mereka tinggal di sebuah desa kecil, di negara Jepang tentunya. Pada suatu hari, ketika mereka sedang bermain di dekat sekolah, seorang tak dikenal menghampiri mereka meminta bantuan. Orang tak dikenal tersebut, meminta bantuan khusus kepada Emily. Teman-temannya yang lain, tanpa menaruh curiga kepada orang tersebut, membiarkan Emily menolong orang itu.

Karena sudah terlalu lama Emily dan orang itu tidak kembali, teman-temannya ini memutuskan untuk memeriksa keadaan mereka. Namun tak disangka, saat memeriksa keadaan, mereka mendapati Emily terkapar tak sadarkan diri. Pengen nyebut meninggal, tapi takut terlalu frontal. Eh udah disebut juga sih tapi. Wkwkwk

Nah, itu plot utamanya. Kisah udah mulai seru, ketika masing-masing dari Sae, Maki, Akiko, dan Yuko nyeritain kisah mereka paska kejadian tersebut. Kita bisa lihat psikologi masing-masing dari mereka, dari awal kecil mereka sampai mereka besar. Ada yang terbiasa diandalkan jadi pemimpin, ada anak yang diabaikan orang tua, ada anak yang manja, masing-masing mereka enak banget untuk diikutin. Kejadian yang menimpa mereka sebelum kejadian Emily, berpengaruh pada kejadian yang menimpa mereka setelah kejadian Emily.

Masing-masing bab-nya, berbeda sudut pandang. Ya dari Sae, Maki, Akiko dan Yuko-nya sendiri. Nanti ada juga bab khusus dari sudut pandang ibunya Emily. Bab penentuan.

Dari buku ini, kita bisa lihat sisi terburuk, sisi tergelap, dan sisi paling tidak mengenakan dari manusia. Banyak kejadian dalam buku ini yang bikin gue, "Anjir!". Atau bahkan sempat, "WTF?". Sebegitu invest-nya gue sama ceritanya, gue terus buka lembar demi lembar buku ini hampir gak berhenti-henti. Kepotong sama kentut dan pengen kencing doang paling. Sama tidur. 

Well, buku ini gak cocok banget buat anak dibawah umur 17 tahun. Yaaa... Karena banyaknya kejadian yang gak cocok dikonsumsi buat umur-umuran mereka. Bahkan untuk diri gue sendiri pun, gue sedikit merasa gak nyaman saat membacanya. Terutama dibagian-bagian yang, baca sendiri deh.

Well, it's a thriller anyway....

Kekurangan dari buku ini, hmmmm... Apa, ya? Bingung juga kalau mau disebut kekurangan. Soalnya, itu kek gue nyari-nyari kesalahan aja jatohnya. Well, tapi kesempurnaan kan hanya milik Allah, ya? Ya ada sih, nih. Jadi, menjelang sebelum bab-bab akhir (Bukan bab akhir), kita itu udah kek tahu nih siapa si ini, siapa si itu dan lain-lain. Jadinya, kurang kejutan aja gitu. Tapi itu gak mengurangi serunya buku ini sama sekali kok. Serius dah. Kalau Minato Kanae baca review gue, harusnya dia ngendorse gue sih.




Komentar